Kamis, 20 November 2008

Paparan Publik Bakrie 'Panas'

Source: http://www.detikfinance.com
Indro Bagus SU - detikFinance
Jakarta - Paparan publik PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berlangsung panas. Peserta paparan publik sekitar 100 orang menekan grup Bakrie agar memberikan kejelasan seputar aksi korporasinya dengan segamblang-gamblangnya.

Paparan publik yang berlangsung di Wisma Bakrie 2, Kuningan Jakarta, Senin (17/11/2008) pun akhirnya berlangsung panas. Manajemen BNBR terlibat adu argumen dengan para peserta paparan publik.

Salah satu yang cukup 'panas' adalah yang disampaikan peserta paparan publik bernama Gunawan. Ia beradu argumen dengan nada tinggi dengan Dirut BNBR Nalinkant A Rathod. Ada ketidakseimbangan dalam pencatatan neraca BNBR terkait aksi rights issue.

Namun Presdir BNBR itu menegaskan, pencatatan telah dilakukan dengan metode akuntansi bersatandar internasional dan dapat diuji keabsahannya.

"Kita nggak mungkin mencatatkan akuntansi yang ilegal. Kami bukan perusahaan seperti itu, semuanya sangat terbuka. Kalau Anda masih butuh penjelasan, nanti bisa saya tunjukkan data detailnya di luar paparan ini," jelas Nalinkant.

Para peserta umumnya 'menyerang' grup Bakrie agar memberikan informasi sejelas-jelasnya terutama terkait repo. Sayangnya, grup Bakrie tidak mau menjelaskan repo di luar kewajiban grup. Seorang peserta paparan publik menanyakan, ada kabar selain repo US$ 1,2 miliar, masih ada repo saham BUMI US$ 600 juta lain.

Peserta tersebut meminta grup Bakrie menjelaskan mengenai kabar tersebut. Namun Presdir BNBR Nalinkant, kewajiban yang menjadi kewajiban BNBR hanyalah kepada yang 10 insitusi senilai US$ 1,2 miliar.

"Sisanya bukan kewajiban kami karena tidak dilakukan oleh kami. Kami tidak bisa bertanggung jawab pada hal-hal yang bukan kami lakukan," tambah Nalinkant.

Paparan publik yang berlangsung dari pukul 14.30 hingga 16.00 WIB itu dibanjiri oleh pertanyaan sehingga manajemen kewalahan memberikan jawaban.

Para peserta paparan publik masih tak puas dengan hasil paparan publik. Sementara manajemen BNBR langsung keluar melalui pintu yang tidak dapat diakses oleh publik sehingga tidak bisa ditanya lebih lanjut.
(qom/ir)

Senin, 17 November 2008

Dapat Info dari Obrolan, Erick Sebarkan Rumor Tanpa Sengaja

SOURCE: http://www.detikfinance.com/read/2008/11/17/160659/1038372/6/dapat-info-dari-obrolan-erick-sebarkan-rumor-tanpa-sengaja
Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jakarta - Teka teki rumor tentang kesulitan likuiditas yang dialami perbankan mulai terkuak. Tersangka Erick J Ardiansjah yang merupakan pegawai PT Bahana Securities mengaku mendapat rumor itu dari obrolan.

Setelah mendapatkan rumor itu, Erick pun menyebarkannya melalui email ke 20-30 nasabah pada Kamis malam. Namun email itu buru-buru diklarifikasinya pada Jumat pagi.

Menurut pengacara Erick, Augustinus Hutajulu, tidak ada unsur kesengajaan dalam tindakan Erick ini.

"Ini bukan unsur kesengajaan. Kalau sengaja sudah dikirimkan ke semua klien," katanya dalam keterangan pers di Graha Niaga, Jakarta, Senin (17/11/2008).

Meski mengaku mendapat informasi itu dari obrolan lisan sesama teman, hingga kini Erick masih mencoba mengingat-ngingat siapa saja lawan bicaranya saat itu.

Erick bekerja di sektor pasar modal sejak pertengahan 2003 sampai akhirnya bergabung di Bahana pada September 2007. Kini ia tersandung masalah karena menjadi tersangka penyebaran rumor kesulitan likuiditas sejumlah perbankan.

(lih/qom)