Minggu, 19 Oktober 2008

Source://www.ghabo.com

“Apa pun makanannya, Teh Botol minumannya…” Pesan iklan ini tidak berlebihan. sebab memang begitulah faktanya. Teh botol yang dibangun oleh almarhum Sosrodjojo pada tahun 1940-an di Slawi, Jateng, telah menjadi raja minuman dalam botol di Indonesia. Apa resep di balik kesuksesan ini?

Minum teh dalam botol, apalagi yang dingin, menabrak kelaziman atau di luar kebiasaan. Umumnya, orang minum teh diseduh dalam cangkir atau gelas, Air yang dituangkannya pun panas. Tetapi Sosrodjojo “melawan” kebiasaan itu. Dan kini, banyak orang suka minum teh dalam kemasan yang dingin.

Teh Botol (meski kini sudah hadir dalam kemasan kotak) telah menggeser minuman-minuman dalam botol yang lebih dulu terkenal seperti Coca Cola, Pepsi dan sejenis.

Merek Sosro merupakan singkatan dari nama keluarga Sosrodjojo yang merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di Slawi, Teh Wangi Melati yang diperkenalkan pertama kali itu bermerek Cap Botol

Pada 1965, teh Cap Botol mulai diperkenalkan di Jakarta. Waktu itu, teknik mempromosikan te Cap Botol dengan strategi Promosi Cicip Rasa, yakni secara rutin beberapa staf yang dikoordinir oleh Soetjipto Sosrodjojo mendatangi sejumlah tempat keramaian . Mereka menggunakan mobil dan alat-alat propaganda seperti memutar lagu-lagu untuk menarik perhatian dan mengumpulkan penonton.

Penonton dibagikan secara cuma-cuma contoh merek Cap Botol (sekarang disebut teknik Sampling). Di tempat tersebut, beberapa staf mendemokan cara menyeduh Cap Botol yang untuk kemudian dibagikan kepada penonton.

Teknik merebus teh langsung di tempat keramaian ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan kendala. Penonton yang sudah berkumpul menjadi tidak sabar dan banyak yang meninggalkan arena demo sebelum sempat mencicipi seduhan teh tersebut.

Untuk menanggulangi kendala tersebut, teh diseduh terlebih dahulu di kantor dan dimasukkan ke dalam panci untuk kemudian dibawa menuju tempat keramaian. Namun ternyata teknik yang kedua ini juga masih mengalami kendala, yaitu air teh yang dibawa dalam panci banyak yang tertumpah sewaktu dalam perjalanan karena kondisi kendaraan dan jalan-jalan di Jakarta masih belum baik.

Akhirnya ditempuh cara lain, yaitu air teh yang telah diseduh dikantor kemudian ditaruh didalam botol-botol bekas limun/kecap yang telah dibersihkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibawa ketempat tempat kegiatan promosi Cicip Rasa berlangsung. Ternyata cara yang ketiga ini berjalan baik dan terus di pakai selama bertahun tahun.

Setelah bertahun-tahun dilakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul gagasan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.

Dan pada tahun 1974, didirikan PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng dan desain botol Teh Botol Sosro berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut, merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di Dunia.

Dari sebuah pabrik kecil di Slawi, PT Sinar Sosro kini memiliki sejumlah perkebunan the di Garut seluas 455 hektar, Tasikmalaya 732 hektar, dan Cianjur 400 hektar.

Sosro memiliki beberapa pabrik yang tersebar dipulau Jawa dan Sumatera, yaitu : di Cakung (Jakarta), Pandeglang (Jawa Barat), Ungaran (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) dan Medan.

Pabrik peracikan Teh Wangi Melati di Slawi, Pabrik Kemasan Tetra, Kaleng dan Air Mineral berada di Bekasi. Pabrik yang masih dalam tahap perencanaan dan pembangunan berada di Cibitung, dan Gianyar (Bali)

1 komentar:

Anggi@RuangFreelance mengatakan...

inspiratif, senang rasanya membangun sebuah keberhasilan