SOURCE: JAWA POS
Jumlah bank yang bermasalah di AS melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Laba bank juga merosot 86 persen pada triwulan II tahun ini sebagai imbas dari pelemahan sektor properti dan pasar kredit yang terus berlanjut.
Data Federal Deposit Insurance Corp. (FDIC) yang dirilis Selasa (28/8) menunjukkan bahwa 117 bank dan lembaga keuangan bermasalah hingga triwulan II lalu. Jumlah itu melonjak dari triwulan I tahun ini yang hanya 90 bank. Peningkatan itu juga mencetak rekor tertinggi sejak pertengahan 2003.
FIDC menyebut, bank federal dan institusi dana meraup pendapatan USD 5 miliar selama April-Juni lalu. Angka itu turun ketimbang USD 36,8 miliar periode sama tahun sebelumnya.
Sekitar 8.500 bank dan lembaga keuangan juga menyisihkan USD 50,2 miliar untuk menutup rugi akibat krisis subprime mortgage dan kredit lain pada triwulan II lalu.
''Terus terang, kinerjanya amat mengecewakan,'' kata Chairman FDIC Sheila Bair saat jumpa pers.
Tetapi, laporan soal penurunan sektor perumahan, memburuknya perekonomian, dan gejolak di sektor keuangan dan pasar kredit tidak terlalu mengejutkan. Sebagian besar bank di Amerika dinilai akan mampu melalui badai perekonomian dan perumahan. Sekitar 98 persen di antaranya masih memiliki modal yang mencukupi sesuai standar pemerintah.
Menurut FDIC, total aset bank yang bermasalah melonjak dari USD 26 miliar menjadi USD 78 miliar pada triwulan II tahun ini. Sekitar USD 32 miliar kenaikan berasal dari IndyMac Bank, yang bangkrut Juli lalu. Itu kerugian terbesar di antara lembaga keuangan di Amerika.
''Makin banyak bank yang akan masuk dalam daftar bermasalah saat masalah kredit memburuk. Aset institusi keuangan yang bermasalah juga akan terus meningkat,'' kata Bair. Sembilan bank yang dijamin FDIC rugi sejauh ini. Angka itu meningkat dibandingkan tiga bank tahun lalu. (AP/ina/dwi)
Rabu, 03 September 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


.jpg)







0 komentar:
Poskan Komentar